Selasa, 07 Juli 2015

WAJAH KITA karya : Hamid Jabbar

 

bila kita selalu berkaca setiap saat

dan di setiap tempat

maka tergambarlah:

alangkah bermacamnya

wajah kita

yang berderet bagai patung

di toko mainan di jalan braga

            wajah kita adalah wajah bulan

            yang purnama dan coreng moreng

            serta gradakan dan bopeng-bopeng

            wajah kita adalah wajah manusia

            yang bukan lagi manusia

            dan terbenam dalam wayang

            wajah kita adalah wajah rupawan

            yang bersolek menghias lembaran

            kitab suci dan kitab undang-undang

            wajah kita adalah wajah politisi

            yang mengepalkan tangan bersikutan

            menebalkan muka meraih kedudukan

            wajah kita adalah wajah setan

            yang menari bagai bidadari

            merayu kita menyatu onani

 

bila kita selalu berkaca dengan kaca

yang buram tak sempurna

maka tergambarlah:

alangkah berperseginya:

wajah kita

yang berkandang bagai binatang

di kota di taman margasatwa

            wajah kita adalah wajah serigala

            yang mengaum menerkam mangsanya

            dengan buas, lahap dan gairahnya

            wajah kita adalah wajah anjing

            yang mengejar bangkai dan kotoran

            di tong sampah dan selokan-selokan

            wajah kita adalah wajah kuda

            yang berpacu mengelus bayu

            mendenguskan napas-napas napsu

            wajah kita adalah wajah babi

            yang menyeruduk dalam membuta

            menyembah tumpukan harta-benda

            wajah kita adalah wajah buaya

            yang menatap dalam riangnya

            dan tertawa dengan sedihnya

 

bila kita selalu berkaca dengan kaca

yang mengkilap dan rata

maka tergambarlah:

alangkah berseadanya

wajah kita

yang mendengar segala erang

berkerendahan hati dan berkelapangan dada:

            wajah kita adalah wajah

            yang kurang tambah

            serta selebihnya

            wajah kita adalah wajah

            yang sujud rebah

            bagi-Nya jua

            wajah kita adalah wajah

            yang bukan wajah

            hanya fatamorgana

 



1972

=HAMID JABBAR=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar