Kamis, 16 Juli 2015

WASIL karya : Ajip Rosidi

 

I

api merah malam terang karenanya

menjilat habis rumah dan suaminya saluki

wasil ingat anaknya lelap di kamar

tinggal abu dan puing-puing api

 

wasil kehilangan semua

berangkat – kapan kembali dan ke mana

 

II

 

kota! hidupnya melingkar-lingkar di satu pusaran

ada teman karib tetangga sedesa sinah dan wasti

wasil duduk-duduk di warung datang lelaki padanya

‘orang baru matanya begitu bening

dan tubuh segar dadanya keras dan besar’

wasil dilandanya dan ia mengalah saja

 

o, saluki suami pertama cintanya

dia telah berangkat mati dia lelaki kecintaan

kenangan wasil rumah kebun sawah mereka

dan anaknya seorang terbakar di kamar

 

III

 

kota! banyak lelaki dan begitu ganas

mereka pergi mengucap ‘haram jadah!’

dengan rel dingin di pantatnya wasil menunggu

buram malam dan gerimis pun turun

 

masih dingin rel dan besi kereta api

masih dingin dadanya belum dibuka

 

habislah hidupnya dan ke mana ia menyuruk

tubuh reot dan lelaki tak mau lagi padanya

habislah hidupnya dan akan ke mana ia terlempar

wasil kehilangan pasaran dan ia mengalah saja

 

 

---------

 

ia bertengger pada dahan

alam lepas burung terbang

 

ia tersenyum pada bulan

langit biru mengerdip bintang

 

segala mendengar pada nyanyinya

segala senyap segala tenang

 

ia pun dahan ia pun burung

merpati mengepak dalam sarang

 




=AJIP ROSIDI=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar