Sabtu, 11 Juli 2015

WAKTU karya : Emha Ainun Nadjib

 

Waktu menapaki tanah

Waktu bersijingkat, amat perlahan, di jalanan desaku

Jika saja diperkenankan,

Waktu pengin tinggal abadi padanya,

Waktu tak akan pergi darinya

 

Sedangkan di kota-kota Waktu melintas sesaat dan

bernapsu cepat-cepat minggat

Karena kota lupa padanya

Karena kota merengkuh Waktu,

mengepaknya dalam paket-paket

Karena kota menghinakannya,

menyamakannya dengan lempengan mata uang!

 

Waktu hinggap di pucuk-pucuk pepohonan,

menggerakkan dedaunan

Waktu bernyanyi di paruh burung-burung

Waktu mengaliri sungai-sungai, sampai ke seribu muara,

menjadikan samudera bergolak,

beribu samudera menjadi lingkaran sungai-sungai

Waktu berlompatan dari planet ke planet, dari galaksi ke galaksi

Pada langkahnya yang kedua ilmu pengetahuan manusia

mulai diejeknya, lantas pada langkah ketiga

kesombongan peradabanmu

akan sudah sangat memuakkannya

 

Waktu melewatimu, menyentuh tengkukmu dan

saat itu juga meninggalkanmu

Waktu mengucapkan salamnya kepadamu setiap

sepertakterhingga detik, menjadikanmu berusia setahun, dua

tahun, tiga tahun

Berusia setahun, dua tahun, tiga tahun,

tanpa pernah usia itu menjadi milikmu,

karena pertambahan kehadiran

Waktu padamu adalah pengurangan jatahnya atas hakmu

Waktu hadir di malam pesta ulang tahunmu,

untuk mengingatkan bahwa yang bisa ia ucapkan kepadamu

hanyalah selamat tinggal yang pedih

 

Waktu berpapasan dengan usiamu: Siapakah engkau?

Engkau adalah tegangan yang muncul

tatkala mereka bersalaman

Waktu bertegur sapa dengan usiamu:

Siapakah namamu? Ialah sekelebatan

bayangan yang melintas ketika sorot mata mereka bertemu

Waktu berderak-derak menghambur ke satu arah,

dan usiamu melaju berlari ke arah yang sebaliknya

Waktu senantiasa mengucapkan janji kepadamu

untuk bertemu pada suatu hari

di halaman rumah Tuhan, namun belum pernah didengarnya

sungguh-sungguh dari mulutmu jawaban atas janji itu

 

Waktu senantiasa mengulangi sumpah cintanya

Jika dari mulutmu ia cium bau harum karena kemuliaan hatimu,

maka dijunjungnya engkau

Jika dari badanmu ia hirup bau busuk

karena ambisi dan keserakahan,

maka usiamu menjadi sampah,

ia campakkan ke ruang-ruang kehinaan

 



1993

=EMHA AINUN NADJIB=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar