Jumat, 24 Juli 2015

SANDAL JERAMI karya : Cecep Syamsul Hari

Seseorang menimang sepi kesedihanku

Seseorang bermata cerah tidur di hatiku

 

Luka melahirkan luka,

diam dan angin tumpah di tudung meja.

 

Mengapa pertemuan singkat

selalu mengandung kutukan?

 

Aku menahan nafas,

melihat masa lalu dari pusat jendela.

 

Busa kopi seperti kapas, tali sepatu terlepas.

 

Berhentilah memandangku:

kau sedang membunuhku.

 

Sepasang cangkir dan lengan kursi

menulis puisi

 

Bercakaplah sesuatu yang bersahaja.

Tentang wajahmu yang bercahaya

setiap kali teringat rumah dan udara senja.

 

Selamat tinggal. Sandal jerami di beranda yang jauh

telah menyihirku menjadi kupu-kupu.

 

Kau memungut sapu tangan,

lembab dan ungu. Di seberang impian.

 

Selamat tinggal. Akan kukirim kisah-kisah genji

dan lampion redup dalam amplop tertutup.

 

Seseorang bermata cerah melambaikan tangan

sehabis menyentuh daguku.



 

2000-2003

=CECEP SYAMSUL HARI=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar