Kamis, 23 Juli 2015

SANCHO PANZA MENDIKTEKAN SEPUCUK SURAT BUAT ISTERINYA karya : Goenawan Mohammad


 

“Telah kuikuti seorang

yang murung, Teresa,

ke dalam hutan panjang

sebelum Murcia: ia

yang menorehkan

pedangnya

ke pohon-pohon

di batas ngarai.

 

“Aku tahu ia terbujuk

soneta yang sedih

dan kecewa

pada repetisi sungai.

 

“Berhari-hari ia berjalan

seperti ksatria Amadis

menyimpan kesetiaan

dan serenade

yang 10 baris.

 

“Seakan-akan ada

khayal dan kata

yang menghukumnya.

 

“Tapi ia tak mengacuhkannya.

 

“Tiap pagi ia lafalkan

nama seorang gadis

yang dikenalnya

dalam kaligrafi

di porselen yang berakhir pada X –

X yang tak diketahui,

atau X dari ‘Xin,’

X yang berarti ‘hati.’

 

“Dan ia ucapkan itu, Teresa,

dengan jurang

di matanya.

 

“Sementara Maut orang Mur

mengejarnya

dari pantai,

hitam dan tajam,

seperti sabit tua,

meskipun ajal itu

pernah berkata,

‘Surga telah melupakanmu, Don Quixote

neraka tak mengenalmu.’”

 



2007

=GOENAWAN MOHAMMAD= 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar