Pucuk hening meranggas kata
Menimbun rasa tunduk bersemayam bisu
Seribu netra hasrat terpejam dibatas jenuh
Mengungkai barisan sepi kian berkibar ria
Selayaknya musim dingin yang selalu merentangkan gigil
Pancang kebekuan melantakkan gelora kebalik bisu
Meski wajah tak henti mendongak
Mencari wujud purwa dibalik lipatan awan kehidupan
Namun pada akhirnya hanya demam gigil kelukaan yang tergenggam
Menggali lorong waktu diatas kesendirian angin
Menuai ribuan jejak samar yang ditinggalkan kisah
Hanya membawa kalbu semakin karib pada kegelapan
Bahkan aksarapun mulai menghilang kebalik gumpalan hampa
=MERPATI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar