Aku tidur memeluk perahu
Memimpikanmu melayarkan bintang-bintang
Ke haribaanku. Gelombang
Airmata yang mengalir dalam doa-doaku
Aku mencatat semua yang dibisikkan angin
Membaca semua yang disampaikan dingin padaku
Menyerap cahaya bulan hingga lubuk dini hari:
Betapa cepat kuda ajal merebut semua jalanku di bumi
Lautan kembali menyalakan kaki langit
Engkaulah cahaya pagi yang senantiasa terbit
Aku memeluk perahu. Waktu
Menghanyutkan lembar demi lembar usiaku
=ACEP ZAMZAM NOOR=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar