Rabu, 15 Juli 2015

LIHATLAH BAJING karya : H.B. Yassin

Lihatlah Bajing

 

Lihatlah betapa bajing mencari makan

Di pohon kelapa, ia naik ia turun, ia mengeracak kiri

dan kanan

Ia berlari (mengitari pohon), melompat, jauh,

memanjat dan jatuh lagi

Sayap ia tak punya namun ia cergas seperti burung

      Selamatlah bajingku, selamatlah

Pasti kau menemukan makan yang kau cari, …

Tapi aku seorang diri duduk di hutan jati

Menunggu makanan bagi hatiku.

      Sudah lama bajingku kenyang

Sudah lama ia kembali ke sarang

Tapi masih juga jiwaku

Dan hatiku sangat berdukacita … Adinda!

 

Lihatlah nun rama-rama keliling mengepak sayap

Sayapnya berkilau laksana kembang aneka warna

Hatinya cinta berahikan bunga kenari

Pastilah ia mencari, mencari kekasih yang harum wangi.

Selamatlah ramaku, selamatlah

Pastilah kau menemu apa dicari

Tapi aku duduk seorang diri di hutan jati

Menunggu kekasih idaman hati

      Sudah lama rama-rama mengecup

Kembang kenari yang sangat ia cintai

Tapi masih jiwaku

Dan hatiku alangkah berdukacita … Adinda!

 

Lihatlah betapa matahari bersinar nun di atas

Jauh di atas bukit Waringi

Terlalu panas ia merasa dan ingin turun ke bumi

Tidur di dasar laut seperti rangkulan seorang suami.

      Selamatlah o matahari, selamatlah

Pasti kau menemu apa dicari

Tapi aku seorang diri di hutan jati

Menunggu hatiku menjadi tenang

      Sudah lama nanti matahari turun

Dan tidur di dalam laut, jika segala telah kelam

Tapi masih jiwaku

Dan hatiku alangkah berdukacita … Adinda

 

Jika tiada lagi rama-rama terbang keliling mengepak sayap

Jika bintang tiada lagi berkilauan

Jika melati tiada lagi harum baunya

Jika tiada lagi hati berduka

Tiada lagi binatang liar di dalam hutan

Jika matahari kesasar jalan

Dan bulan lupa mana Timur mana Barat

Jika waktu itu belum juga datang Adinda

Maka turunlah malaikat dengan sayap kemilau

Ke atas bumi mencari apa yang tinggal

Maka mayatku terkapar di sini di bawah ketapang

Jiwaku alangkah berdukacita,… Adinda!

 

Maka malaikat melihat mayatku

Diberitahunya saudara-saudaranya, ditunjuknya

mayatku dengan jarinya

“Lihatlah, nun di sana ada seorang manusia mati terlupa

Mulutnya kejang mencium kembang melati

Marilah, kita angkat dia kita bawa ke surga

Orang yang menunggu Adinda sampai mati

Sungguh, ia tak boleh tinggal sendiri

Orang yang hatinya keras mencinta”

      Maka sekali lagi mulutku kejang akan membuka

Untuk memanggil Adinda yang kucinta

Sekali lagi kukecup melati

Yang dia berikan … Adinda … Adinda!




=H.B. YASSIN=

(Sajak ini muncul di hlm. 291-294. Sajak “Lihatlah Bajing” dalam bahasa Melayu, yang ditulis oleh Multatuli sendiri, kemudian ditemukan kembali oleh E. Du Perron dan dimuat ke dalam bukunya sendiri. Sajak berbahasa Melayu ini dimunculkan di Lampiran V, hlm. 358-359: begini sajaknya……)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar