Rabu, 08 Juli 2015

DI ATAS UMBRIA karya : Acep Zamzam Noor

 

Rambut-rambut cahaya

Yang dikibarkan angin musim panas

Seperti melukisi wajah langit

Dengan garis-garis keperakan siang hari

Di udara sebuah lonceng berayun-ayun

Bunyinya mendekati sunyi. Seekor kuda melompat

Rumput-rumput tegak pada maut yang tak nampak

Lalu cahaya tiarap sepanjang perbukitan

Metahari meletakkan sumbunya di atas batu

Sayur-mayur mekar dalam cahaya. Kusentuh kibaran

                                                            rambutmu

Dan kulihat jurang di kedalaman matamu:

Seorang wanita telanjang di bawah matahari

Dengan kaki yang menjulur ke tengah danau

 

Kukenang pantai-pantai tropika yang jauh

Juga wanita-wanitanya yang hijau kekuningan

Seperti mangga. Kubayangkan air segar kelapa muda

Lalu aku pun telentang di bawah matahari

Telanjang dalam tatapanmu yang berduri:

Di sini setiap pohon membuahkan kata-kata

Setiap buah adalah kebajikan sekaligus dosa besar

Aku tak tahu bagaimana kautanam kata-katamu di tanah

Dan menjelma petuah. Sementara tubuhmu yang pualam

Bersahutan dengan tiang-tiang beton, bentangan kawat listrik

Serta jalan aspal yang hitam dan berkilat di kejauhan

Kulihat kereta api merayapi waktu pada jalurnya yang pasti

Terowongan-terowongan muncul dari setiap penjuru

 

Seekor kuda putih

Suara gaib yang berayun-ayun di udara itu

Adalah patung dewa yang pecah. Aku menanam tanganku

Leherku memanjang serta pikiranku bertaburan di lading

Kuperas darahku dan kusuling racunnya yang murni

Kemabukan adalah jalan yang menanjak di bumi:

Sambil merangkak di antara botol-botol yang menjulang

Kudendangkan mantra-mantra suciku pada alam raya

Sayur-mayur menyala dalam sentuhanku

Tanah keras menjadi gembur serta penuh birahi

Lalu sebagaimana mahluk-mahluk kiasan lainnya

Kau membakarku dengan kebenaran sesaat

Bunga api dipancarkan payudaramu yang meledak



 

1993

=ACEP ZAMZAM NOOR=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar