Rabu, 08 Juli 2015

CEMARA LAUT karya : Acep Zamzam Noor


(Buat D. Zawawi Imron)

 

Langit semerah saga

Membayang pada pasir pantai

Ketika rumpun-rumpun cemara

Menjadi pertapa

Di pantai terlarang

Ketika bongkahan karang hitam

Tak lekang

Tapi juga tak kekal

 

Cemara menyimpan warna bulan

Di rumpun-rumpunnya yang rimbun

Seperti ingin menciptakan hutan lambang

Tapi keheningan tak lahir begitu saja

Dari ombak pasang

Keheningan harus dituliskan

Pada pasir

Atau lokan kerontang

 

Perahu-perahu telah bertiup

Meninggalkan perkampungan garam

Mereka akan terus bertiup

Ke tengah

Meninggalkan para pertapa yang khusyuk

Dan bongkahan karang hitam

Di tebing-tebing

Pantai curam

 

Para pertapa

Bongkahan karang yang bersila

Adalah keheningan

Yang surut dan kadang meluap

Seperti ombak atau waktu

Akar-akarnya mengembara

Jauh ke tubuh bumi

Menyusuri urat darah tanah

 

Akar-akarnya

Airmata yang terus memanjang

Berliku-liku dan kembali merambat naik

Mengirimkan kesedihan pada batang dan daun

Akar-akarnya adalah doa

Yang menjadi embun

Dilepaskan ujung-ujung daun

Ke udara

 



1996

=ACEP ZAMZAM NOOR=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar