Selasa, 21 Juli 2015

ABRACADABRA BUMI SAN RUMAH RUMAH karya : Emha Ainun Nadjib

 

Abracadabra bumi milik Tuhan

Abracadabra tanah dimiliki Tuan-tuan

Abracadabra tanah dipetak-petak dalam sertifikat

Abracadabra tanah habis dan Tuhan minggat

karena tak memiliki surat-surat

 

Abracadabra bumi dihamparkan

Abracadabra tanah diperebutkan

Abracadabra bumi membuka ladang-ladang rejeki

Abracadabra tanah ditancapi tembok-tembok monopoli

 

Abracadabra bumi Tuhan menjadi bukan bumi Tuhan

Abracadabra tanah Tuhan menjadi tanah Tuan-tuan

Abracadabra kami mabuk

karena bumi pindah tangan dan tanah berganti

pemilikan melalui cara-cara yang terlalu menusuk

 

Tuhan,  Kamu sekarang berdomisili di mana

Kucari tak ketemu di kenyataan atau kehampaan

Aku tahu Engkau tak memerlukan persemayaman karena

justru ruang dan waktu bertempat tinggal di dzatMu

Tapi aku cemas karena di kedalaman lubuk hati kamipun

tak terasa getaranMu

 

Abracadabra bumi beranak hutan

Abracadabra tanah beranak perebutan

Abracadabra bumi menganugerahkan pepohonan

Abracadabra tanah menumbuhkan pertengkaran

Abracadabra kami berjoget dalam orkestrasi kolusi

kami menari dalam ritme akal-akalan dan manipulasi

 

Pada suatu malam menjelang tidur datang makhluk

entah apa ke sisi ranjangku

Ia jambak rambutku, ia cengkeram leherku:

“Apakah bumi dan tanah ini adalah hasil

produksi pabrikmu sehingga engkau merasa memilikinya?

Apakah pepohonan di hutan, air, minyak, kayu, ruang

dan waktu adalah hasil ciptaanmu

sehingga engkau merasa berhak memilikinya?

Kapan kau bikin badanmu, kapan kau ciptakan kaki

dan tanganmu, kapan kau buat hidung dan helai-helai

rambutmu, sehingga engkau yakin

bahwa itu semua adalah milikmu?”

 

Abracadabra kau tiup ilmu yang tak berakal

Abracadabra kau hembus-hembuskan pengetahuan

yang ingkar terhadap asal usul

Engkau bercumbu dengan tahayul-tahayul pemilikan,

dan mati dalam salah sangka terhadap kekuasaan.

Engkau menari-nari di bawah matahari sambil

kau penggal ingatan tentang pagi hari

dan tak siap menyongsong senja hari

Engkau rebut hari ini seakan-akan ia milikmu sendiri,

kau potong kesadaran tentang kemarin,

sehingga gelap segala sesuatu di matamu tentang esok hari.

 

Abracadabra jadi atas bumi ini, atas tanah ini,

atas badan dan dunia ini,

tak kaupunyai hak milik, melainkan sekedar hak pakai

Abracadabra jadi apa yang harus kau lakukan

atas bumi ini, atas tanah ini, atas badan dan

dunia ini, tidak bergantung pada apa kemauanmu,

melainkan berdasarkan apa kehendak Pemiliknya

Abracadabra tetapi kusaksikan siapa yang nyata

dalam hidupmu selain di antara kalian paling berkuasa

Abracadabra kepada siapakah tertuju

puja-puji kepentingan hidupmu selain

kepada pemilik angka saham tertinggi

Abracadabra jadi di manakah Tuhan yang sebenarnya

jika tak juga di hati kecil menjelang kematianmu



 

1994

=EMHA AINUN NADJIB=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar