Abracadabra bumi milik Tuhan
Abracadabra tanah dimiliki Tuan-tuan
Abracadabra tanah dipetak-petak dalam sertifikat
Abracadabra tanah habis dan Tuhan minggat
karena tak memiliki surat-surat
Abracadabra bumi dihamparkan
Abracadabra tanah diperebutkan
Abracadabra bumi membuka ladang-ladang rejeki
Abracadabra tanah ditancapi tembok-tembok monopoli
Abracadabra bumi Tuhan menjadi bukan bumi Tuhan
Abracadabra tanah Tuhan menjadi tanah Tuan-tuan
Abracadabra kami mabuk
karena bumi pindah tangan dan tanah berganti
pemilikan melalui cara-cara yang terlalu menusuk
Tuhan, Kamu sekarang berdomisili di mana
Kucari tak ketemu di kenyataan atau kehampaan
Aku tahu Engkau tak memerlukan persemayaman karena
justru ruang dan waktu bertempat tinggal di dzatMu
Tapi aku cemas karena di kedalaman lubuk hati kamipun
tak terasa getaranMu
Abracadabra bumi beranak hutan
Abracadabra tanah beranak perebutan
Abracadabra bumi menganugerahkan pepohonan
Abracadabra tanah menumbuhkan pertengkaran
Abracadabra kami berjoget dalam orkestrasi kolusi
kami menari dalam ritme akal-akalan dan manipulasi
Pada suatu malam menjelang tidur datang makhluk
entah apa ke sisi ranjangku
Ia jambak rambutku, ia cengkeram leherku:
“Apakah bumi dan tanah ini adalah hasil
produksi pabrikmu sehingga engkau merasa memilikinya?
Apakah pepohonan di hutan, air, minyak, kayu, ruang
dan waktu adalah hasil ciptaanmu
sehingga engkau merasa berhak memilikinya?
Kapan kau bikin badanmu, kapan kau ciptakan kaki
dan tanganmu, kapan kau buat hidung dan helai-helai
rambutmu, sehingga engkau yakin
bahwa itu semua adalah milikmu?”
Abracadabra kau tiup ilmu yang tak berakal
Abracadabra kau hembus-hembuskan pengetahuan
yang ingkar terhadap asal usul
Engkau bercumbu dengan tahayul-tahayul pemilikan,
dan mati dalam salah sangka terhadap kekuasaan.
Engkau menari-nari di bawah matahari sambil
kau penggal ingatan tentang pagi hari
dan tak siap menyongsong senja hari
Engkau rebut hari ini seakan-akan ia milikmu sendiri,
kau potong kesadaran tentang kemarin,
sehingga gelap segala sesuatu di matamu tentang esok hari.
Abracadabra jadi atas bumi ini, atas tanah ini,
atas badan dan dunia ini,
tak kaupunyai hak milik, melainkan sekedar hak pakai
Abracadabra jadi apa yang harus kau lakukan
atas bumi ini, atas tanah ini, atas badan dan
dunia ini, tidak bergantung pada apa kemauanmu,
melainkan berdasarkan apa kehendak Pemiliknya
Abracadabra tetapi kusaksikan siapa yang nyata
dalam hidupmu selain di antara kalian paling berkuasa
Abracadabra kepada siapakah tertuju
puja-puji kepentingan hidupmu selain
kepada pemilik angka saham tertinggi
Abracadabra jadi di manakah Tuhan yang sebenarnya
jika tak juga di hati kecil menjelang kematianmu
1994
=EMHA AINUN NADJIB=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar