dengan satu telunjukku seribu arah terpancar
lalu dengan apa lagi kau mampu mendustaiku?
tubuhtubuh yang terbuka telah kumasuki
dalam setiap kalimat yang kualirkan
seperti air yang menyungai, air yang kugali
dari bebukitan jauh. dari mataair yang kau jaga
sepenuh cinta seluruh kekuasaan
dengan satu telunjukku sejuta tempat kutuju
lalu dengan cara apa lagi kau bisa sembunyikan diriku?
jalanjalan akan melepuh kapalkapal akan belabuh
laut akan mengering setelah bergelombang
menendang segala yang bergerak di lautan
juga dirimu hingga mati terdampar
lalu untuk apa lagi kau dustai aku?
satu telunjukku akan sampai pada sejuta tempat:
kau boleh memilih, di antara yang tak kau suka
kau akan terlempar hingga ke telunjukku
dan meminta segores dari desahku
lalu adakah cara aku melukaimu?
kau bertanya. ngungun
tapi wajahmu anggun
moka, 4311-15:01
=ISBEDY STIAWAN Z. S.=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar