demikian aku tak mampu pulang setelah lama pergi hingga
lupa pada asal di mana matahari dulu yang memberi warnanya
saat kutinggalkan halaman. rumput dan bunga-bunga yang mekar
begitu kusapa dengan segayung air dan senyuman, kini apakah
masih menunggu?
engkau tak bisa lagi beri kabar atas kepergian, karena sudah
jauh aku pada pintu rumah. jendela yang selalu kubuka tiap pagi,
apakah pula akan bisa terbuka lagi: grendelnya berkarat, juga
papan yang mulai hilang warna
di jalan aku selalu tak bisa lupa padamu. wajahmu, atap rumahmu,
pintu-pintu yang selalu kumasuki dan kutinggalkan
seakan melambai. seperti kepada pelayat yang menjauh
dari pemakaman itu. tak henti kehilangan rindu…
2009
=ISBEDY STIAWAN Z. S.=
Nyimak aja gan. Di tunggu folback dan kunbal nya
BalasHapusMakasih kunjungannya gan,,,,
BalasHapus