Bukankah itu adalah hujan yang kautemui waktu kanak dulu?
Dengan tubuh kecilmu berlari sepanjang jalan, hingga tubuhmu kuyup, kulitmu mengerut.
Tanpa cemas.
Dan itulah kenangan yang panjang, meski engkau meriang,
menahan gemetar tubuh yang dibalut dingin.
Gigimu gemeretuk, mengetuk mimpi yang binar.
Nampak pijar matamu selalu berdenyar, sepanjang hari.
Kini engkau jalani lagi ingatan itu,
namun tubh yang dewasa tak sanggup menampung segala riang hujan.
Tubuhmu ngilu dan dihajar influenza berat.
Kau coba mengingat; ternyata kilap hujan lebih kuat.
Tak bisa kautampung hingga rampung di tempurung kepalamu.
Hanya ingatan pada selimut hangat atau jalanan yang terus membasah dalam kecambah
hujan.
Kebon Jeruk, 2014
=ALEXANDER ROBERT NAINGGOLAN=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar