Ke mana pun berjalan, terpandang
daerah ramah di sana
Ke mana pun ngembara, kujumpa
manusia hari terbuka
mesra menerima
Pabila pun berseru menggetar nyanyi
suara rindu bersenandung duka
Pabila pun bertemu, menggetar hati
sawang lepas terhampar luas
dunia hijau muda
Riak sungai pagi-pagi
Angin keras menyibak rambut di dahi
Dan kulihat tanah penuh darah
tubuh beku terbaring kuyu
menggapaikan tangan sia-sia
berseru pun sia-sia
Ah, di mana pun kaubukakan rangkuman
ku kan menetap di sana
Kapan pun kaulambaikan tangan
ku kan datang
menekankan jantung ke tanah hitam
1956
=AJIP ROSIDI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar