Jumat, 10 Juli 2015

SINOM BELANDA karya : D. Zawawi Imron

 

Bila matahari menempuh rute selatan

Daun-daun tak bisa bertahan

pada reranting

Tanah ini seperti tersingkir ke utara

ke dingin kata-kata yang menetas dari salju

Ada angin sonder angin sama saja

Sama tak tertebak

nasib esok dan lusa

 

Daun-daun rontok tak sia-sia

Mereka akan menyisakan kisah

tentang letih, dan kasih bunga yang megah

Jarum jam sebentar membelah

tanah kering dan tanah basah

 

Tapi mengapa hanya pohon-pohon yang terburu

atau berkemas untuk bisu

Padahal langit tak tampak bergegas

Meskipun telah raib daunan yang lepas

 

Pada langit yang kertas, bumi yang kertas

Terukir cinta, kata-kata yang tak terbatas

Ranting-ranting akan berbisik kepada angin

Tentang bahana bersiut dua bulan lagi

 

Namun angin adalah bisik-bisik itu sendiri

Di Woerden, Tuhan menjawab dengan bulu biri-biri

 



=D. ZAWAWI IMRON=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar