Senin, 06 Juli 2015

SAINT-EXUPERY karya : Agus R. Sarjono


Seorang penulis buku anak

dengan indah telah meminta maaf

pada anak-anak, karena cerita untuk mereka

dengan terpaksa, pada orang dewasa

dipersembahkan. Ada sekian alasan

dan sebab: yang utama, tentunya

karena orang dewasa paling banyak

kehilangan. Misalnya saja warna-warna

di alam semesta. Makin dewasa

makin sedikit warna tersisa bagi manusia

yakni warna-warna dasar yang sederhana

karena warna pelangi, warna berseri

warna terang, cerah, dan norak

hanya milik dunia anak-anak.

 

Belum lagi kehilangan yang lebih mencekam

: otot, gairah, mimpi, usia muda,

rasa ingin tahu, khayalan, rasa heran,

kekaguman paripurna pada dunia

yang masih segar dicipta

belum diterjemahkan jadi angka-angka

kering dan kejam di pasar saham.

 

Setiap anak dilahirkan sebagai pangeran kecil

gemilang dalam cahaya gemintang mungil

Mereka segera jadi kaum papa jelata

begitu ia menjelma jadi dewasa,

tak peduli berapa istana ia punya,

berapa timbunan harta dalam simpanan.

Karena hanya pada kanak, bintang

di angkasa merasa punya hubungan

rubah di hutan merasa berteman.

 

Orang dewasa berdiam di jauhan

dengan bedil di tangan: lelah, cemas,

dan siaga. Tak melihat hubungan lain

dengan kehidupan selain jadi pemburu

atau diburu. Tak putus-putus mabuk

untuk menghapus rasa malu

karena telah menjadi pemabuk.

 

Maka kepada anak-anak tolong maafkan

bila bahkan buku untuk kalian

kepada orang dewasa dipersembahkan.

Kasihanilah kami orang dewasa

yang begitu banyak kehilangan.

Yang terbesar dan tak tergantikan

adalah hilangnya masa kanak

anugerah terindah dari kehidupan

yang begitu lekas musnah

dan menyilam. 




=AGUS R. SARJONO=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar