Jumat, 10 Juli 2015

REFREIN DI SUDUT DAM karya : D. Zawawi Imron

 

Amsterdam bagiku

memang sebuah terminal

dengan detik-detik yang terasa mahal

Masa silam dan masa depan

di sini bergumpal

menyesali titik-titik gagal

 

Matahari yang juga mata waktu

mendesakku menjadi kaca menggala

Untuk menerjemahkan cahayanya

menjadi api dan nyala

 

Di udara menari kapak, senapan, sapu

biola, gendang dan sejenis debu

Menyanyi buku-buku, kertas arsip

hendak turut memutar tasbihku

Jangan dulu! Di sini Amsterdam

Akan kukubur dendam sejarah

Sia-sia memberhalakan derita

 

Ibu dan kampungku selaksa kilometer jauhnya

tapi terasa berbatas tabir saja

Segenap keasingan akan lebur

dengan menyemai cinta ke hati salju

 

Terbayang pohon pinang dekat sumur dulu tempatku mandi

menyuruhku jangan sembunyi

 

Olle ollang

darahku makin gelombang




=D. ZAWAWI IMRON=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar