Musim berganti, daun daun meranggas
Lenyap kemilau dilahap legam merebak
Seribu resah terjungjung, tiada mmembalik teduh
Mengungkai sebaris makna wajah kedukaan
Teduhnya raut keheningan
Membakar senyum gempita swara malam
Semesta tertidur, merunduk didekap langit basah
Walau angin masih terus berlari, tanpa kawan
Pada siapa kubacakan guratan syair ini ?
Sedang lambaian dedaunan telah rebah ditingkap kebisuan
Dan sayap sayap katapun mulai samar menghilang kebalik kabut
Meninggalkan jemariku yang tertatih dalam gigil kedukaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar