Rabu, 15 Juli 2015

NYANYIAN PARA PETANI JATIWANGI karya : Ajip Rosidi

 

I

Dari pagi hingga petang

Kulepas kerbauku sayang

Entah ke mana kau menuju

Entah di mana kusembunyi

 

Dari pagi hingga petang

Haram riang, kerja tak tentram

Subur sawah: rumput dan lalang

Burung lapar berputaran terbang

 

Wahai, bukan peninggalan karuhun kusia-siakan

Tanah terbengkalai, kolam kering

Wahai, bukan tak mau sawah kukerjakan

Dalam hati penuh ketakutan

 

II

Kalau hari menjelang senja

Lengang pematang, lengang rumah

Tiada anak mengandangkan ayam

 

Kalau hari menjelang petang

Berat dan tiada harapan

Bayang-bayang lenyap di tikungan

 

Kalau hari menjelang malam

Tiada lelaki merasa aman

Dalam rumah sendiri

 

Kalau malam telah datang

Tiada nyanyi bunda menidurkan

Tiada lepas tangis bayi

 

Kalau malam telah turun

Tiada suling, tiada pantun

Hanya gaang, hanya angin

 

Kalammalam telah tiba

Tiada kacapi, tiada kinanti

Asmarandana dalam hari

 

Kalau malam telah datang

Entah besok masih kujelang

Entah mentari kulihat lagi

 

III

Wahai bulan, sunyinya sendirian

Tiada pemuda kan berpesan

Membisikkan kerinduan

 

Wahai bulan, alangkah muram

Tiada perawan kan menyanyi

Menyampaikan bisik hati

 

Wahai bulan, alangkah pelan

Muram dan sepi

Apa yang kautatap?

 

Wahai bulan, alangkah lama

Was-was dan ngeri

Mentari yang kuharap

 

Alangkah kusuka memandang bulan

Remang dan lembut

Tapi hati penuh takut

 

IV

Siapa itu melangkah berat dan ribut

Siapa lagi malam ini didatangi

Berapa rumah musnah? Berapa yang mati?

 

Siapa itu melangkah berat dan ribut

Siapa lagi malam ini didatangi?

Gilirankukah atau Madhapi?

 

Fajar kembang merekah

Duhai, pabila burung berkicau

alangkah lega hati



 

1958

=AJIP ROSIDI=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar