I
Dari pagi hingga petang
Kulepas kerbauku sayang
Entah ke mana kau menuju
Entah di mana kusembunyi
Dari pagi hingga petang
Haram riang, kerja tak tentram
Subur sawah: rumput dan lalang
Burung lapar berputaran terbang
Wahai, bukan peninggalan karuhun kusia-siakan
Tanah terbengkalai, kolam kering
Wahai, bukan tak mau sawah kukerjakan
Dalam hati penuh ketakutan
II
Kalau hari menjelang senja
Lengang pematang, lengang rumah
Tiada anak mengandangkan ayam
Kalau hari menjelang petang
Berat dan tiada harapan
Bayang-bayang lenyap di tikungan
Kalau hari menjelang malam
Tiada lelaki merasa aman
Dalam rumah sendiri
Kalau malam telah datang
Tiada nyanyi bunda menidurkan
Tiada lepas tangis bayi
Kalau malam telah turun
Tiada suling, tiada pantun
Hanya gaang, hanya angin
Kalammalam telah tiba
Tiada kacapi, tiada kinanti
Asmarandana dalam hari
Kalau malam telah datang
Entah besok masih kujelang
Entah mentari kulihat lagi
III
Wahai bulan, sunyinya sendirian
Tiada pemuda kan berpesan
Membisikkan kerinduan
Wahai bulan, alangkah muram
Tiada perawan kan menyanyi
Menyampaikan bisik hati
Wahai bulan, alangkah pelan
Muram dan sepi
Apa yang kautatap?
Wahai bulan, alangkah lama
Was-was dan ngeri
Mentari yang kuharap
Alangkah kusuka memandang bulan
Remang dan lembut
Tapi hati penuh takut
IV
Siapa itu melangkah berat dan ribut
Siapa lagi malam ini didatangi
Berapa rumah musnah? Berapa yang mati?
Siapa itu melangkah berat dan ribut
Siapa lagi malam ini didatangi?
Gilirankukah atau Madhapi?
Fajar kembang merekah
Duhai, pabila burung berkicau
alangkah lega hati
1958
=AJIP ROSIDI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar