bernafaslah pada ombak. karena danau telanjur
menyimpan buih. membendung gelombang zaman
dan menghanyutkan doa. dari bukit sukmamu
batu-batu pun hanyut ke dalam sujud muara,
memadatkan tangis benua
dari dasar laut, ombak membangun gelora malam.
lampu-lampu nelayan menggeliat, jadi bintang
di keluasan matamu. mengedipkan mata ikan
pada kail dan jala yang mulai cemas
menunggu. di sini, lumpur menghampar,
menenggak air sembahyang dari cangkir-cangkir kecemasan
1987
=JAMAL D. RAHMAN=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar