belajar pada batu-batu, alif demi alif
di matamu kueja. dingin alismu menelikung pada
setiap tembok yang membangun sunyi nafasku. di sana
kau taburkan bunga dan batu
sambil menciumi telapak tanganmu yang kosong
belajar pada batu-batu, tuak di gelas-gelas
kutumpahkan. meja terluka. kursi bergerak
ke arahku
awan bergerak memandangmu, mengais-ngais
jasadku dari rumpun daun yang mengering, padahal
di situ, batu-batu yang diam masih kurenungkan
1988
=JAMAL D. RAHMAN=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar