Rabu, 16 September 2015

WAWANCARA karya : Subagio Sastrowardojo

 

I

Di balik cinta yang hilang, Tuhan

terus menusuk duri kenangan

sehingga terkelupas kulit nyawaku

dan darahku telanjang

menjerit

dari rongga rindu paling kelam

 

II

 

Apatah yang lebih hitam

dari bayanganmu

yang tercapak di sudut tembok

di mana tumbang jembangan bunga

 

Atau di papan pintu tua

yang kuketuk tapi tak ada yang membuka

 

Hatimu terlalu baik, Tuhan

dan membiarkan bayangan hitam

mengikut langkahku sendirian

lalu mencekikku di lorong lengang

 

III

 

Mataku rabun

(karena terlalu banyak membaca)

sulit lagi percaya

di mana kau berada

 

Di hari hampa

masihkah kau di situ, berjaga?

Telah kututup buku di meja

dan dadaku sudah penuh dengan napasmu

Tuhan, akan kembali kau bersabda?

 

IV

 

Sebelum mereka bangun

aku telah selesai mendirikan rumah

dari pasir di pantai

O, betapa indahnya berbaring

membayangkan kuda putih

dan kapal layar di mega

Parak siang menurut rencana

aku akan berlomba di lapang bola

dan main perang dengan kayu dan api

pura-pura tertembak dan menangkup mati

Terpelanting ke alam kanak

aku sering berpaling ke dini hari

saat sebelum mimpi siang ini terjadi

Sebab aku sebenarnya tidak berbeda

dengan kau, Tuhan:

Hadirku di sini lebih dulu dari bapa

dan nyawaku purba tidak pernah jadi tua

 

V

 

Hatiku putih kini

karena kalis dari dosa

Dapatkah kau kubujuk

dan minta kau bicara?

Telah kulecut tubuhku

dengan siksa penyesalan

sehingga remuk dagingku

dan tinggal hanya rindu kepada suaramu

Tetapi mukamu tetap diam

seperti kertas kosong

tak beraksara

Haruskan aku mabuk lagi oleh kata

dan berceloteh tanpa makna?

Tuhan, aku tak sabar menanti berita kalam

langsung terbit dari sumber ilham

 

VI

 

Di bagian musim ini

mendung di pantai

mendatangkan resah

di hati dan dinding rumah

Dan kau, Tuhan, berlaku sebagai tamu asing

gelisah keluar-masuk

melintasi lantai pintu

Mengapa tidak singgah di laut batinku

dan memancarkan rahmatmu dari sana

dari hening lubuk

yang tak pernah goncang oleh badai

di mana kau bisa betah

 



=SUBAGIO SASTROWARDOJO=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar