Sore ini kita berpapasan dengan pohon belimbing wuluh
yang kita tanam di halaman rumah kita beberapa tahun yang lalu,
ia sedang berjalan-jalan sendirian di trotoar.
Jangan kausapa, nanti ia bangun dari tidurnya
Kau pernah bilang ia tidak begitu nyaman
Sebenarnya di pekarangan kita yang tak terurus dengan baik,
juga karena konon ia tidak disukai rumput di sekitarnya
yang bosan menerima buahnya berjatuhan dan membusuk
karena kau jarang memetiknya.
Kau, kan, yang tak suka sayur asem?
Aku paham, cinta kita telah kausayur selama ini tanpa belimbing wuluh;
Demi kamu, tau!
Yang tak bisa kupahami adalah kenapa kau melarangku menyapa pohon itu
Ketika ia berpapasan dengan kita di jalan.
Yang tak akan mungkin bisa kupahami adalah
kenapa kau tega membiarkan pohon belimbing wuluh itu berjalan dalam tidur?
Kau, kan, yang pernah bilang bahwa pohon itu akan jadi tua juga akhirnya?
=SAPARDI DJOKO DAMONO=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar