tepat pukul lima pagi
jagat mengental
malam yang menyerua
menumpahkan noda di sutera langit
diriku yang terbakar dekat dinding
kehabisan arus berahi
dan kau juga
remabutmu yang terkait di sela jari
tidak lagi membersitkan selera
nasibmu terhela di ranjang tua
siapa sempat bicara tentang dosa:
telah terhenti suara lantang di taman firdausi
suara lelaki yang tak mungkin berulang lagi
=SUBAGIO SASTROWARDOJO=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar