Minggu, 13 September 2015

TUKANG CUKUR karya : Joko Pinurbo

yang gemar mencukur rambutnya

sebenarnya kata-kata.

maka kubayangkan kau tukang cukur itu.

duduk menunggu pasien

di sebuah gang dalam leher pasar.

gelisah sendirian, menggengam gunting

dan sisir.

bangkit dari kursi yang menghadap cermin.

cermin yang menggantung pada batang pohon mahoni.

menanti-nanti, satu kata atau dua kata

lewat dari lubuk sepi.

memang kalau bukan hari raya atau liburan

kau lengang, tak banyak dikunjungi.

tiba-tiba, ketika kau enak menghisap rokok filter

sebuah kata yang sudah lama hilang

muncul di hadapan.

sebuah kata yang gondrong bagai rambut penyair.

“mas, tolong cukur habis rambutku!”

kau mengangguk dan mempersilakannya duduk.

terkesima, kau pun lupa bertanya

gaya apa yang diminta.

“kamus, tempatku bersemayam membuatku

seperti ini.”

kau menatap lekat padanya.

tatapan seorang bapak kepada anaknya.




2012

=JOKO PINURBO=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar