Minggu, 13 September 2015

IA MENULIS DI LINIMASA karya : Hasan Aspahani

PADA usia ke-40 dan beberapa dentang kemudian,

ia menulis di linimasanya, hidup yang baik telah

memberi satu hal: aku telah mampu untuk lupa.

 

Lupa, adalah gudang tanpa pintu, dan di situ,

sejumlah peristiwa terperangkap, berhenti,

bersama beberapa nama, dan segenap perannya.

 

Di gudang itu, tak apa-apa, bila sesekali ia kembali,

misalnya ketika ia perlu satu alasan sangat sepele

mengenang apa saja yang tak memaksa dikenang.

 

Itu bisa ada pada sepotong foto yang terlipat, lengket

Atau bisa pada jam bekas, berhenti berdetak pada 3.50!

 

Atau pada tumpukan acak majalah berita mingguan

yang sebagaian besar halamannya tak sempat dibaca.

*

PADA usia ke-40 dan beberapa dentang kemudian

ia menulis di linimasanya, hidup yang baik tetap

memberi satu hal: aku masih mampu untuk ingat.

Itu sebabnya ia masih menulis puisi: yang dengan

caranya ajaib, pada bait-bait selentur kantung karet,

 

memberi tempat pada segala yang hendak dilupa,

dan segala yang menerus-terus hendak diingat. 




=HASAN ASPAHANI=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar