Sabtu, 26 September 2015

TAMASYA karya : Soni Farid Maulana

 

                                              - untuk Rendra

 

di pantai laut merah di tepi kota Jeddah

tak kutemukan jejak musa selain deretan cafe

dan wajah para pelancong yang lelah

yang datang dari negeri jauh, yang menyandarkan

tubuhnya di kursi kayu, melepas pandang matanya

ke luas biru laut bertilam lembut angin panas

dengan ombak yang tenang

 

pemandangan seperti ini pernah aku lihat

dalam sebuah lukisan di sebuah galeri kota paris

ketika musim dingin menggigilkan daging dan tulang

dan kau tak ada di sampingku. Hanya pekik burung

yang aku dengar sore itu, sebagaimana aku dengar

siang ini di tepi pantai laut merah di tepi kota Jeddah

dan kau tak ada di sampingku

 

kini aku terperangah mendapatkan kaligrafi usiaku

memutih di tujuh helai rambutku, yang disingkap

lembut angin laut musim panas. ”Yang Maha Hakim

jangan sampai hamba karam ke dasar palung hitam

bagai fir'aun, yang lalai mengingatMu,” suara itu

aku dengar di tempat ini, bikin ruhku gemetar,

o menggelepar, layak seekor ikan di paruh

burung itu. Di paruh burung itu



 

2008

=SONI FARID MAULANA=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar