adakah ini malam
membuatmu riang
di jalan yang semaput
teriakan-teriakan terompet
apakah tak sebaiknya
kembali, dan kau merapat
dengan cemara-cemara di halaman rumah
penuh ruah
karena pecahan kembang api
dan cahaya malam kota
yang semakin rapuh
jarum waktu menujah tubuh
adalah darahku mengalir
ke sungai-sungai malam
"selamat, kau telah lalui satu kelokan
dari lembar-lembar kalender:
dan kau mulai masuki tikungan lain:
jalan yang mendaki ke 12 tanjakan lagi," katamu galau
aku akan lalui segala detak , segala yang retak
: apakah kau juga akan berlalu?
seperti setiap angka yang rapuh
dan cabik?
dan pohon-pohon cemara
di halaman rumah
meruah bagai pecahan
kembang api
tiba di wajahmu riang
010110: 01.02
=ISBEDY STIAWAN Z. S.=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar