Kamis, 24 September 2015

GAMBUS HUJAN karya : Indra Tjahyadi

Hujan merampas seluruh bulan dari ingatanku.
Berabad-abad darahku hangus, mengerang, mereguki
100 keringat gerhana yang diteteskan rindu.
Kau ikat rambutmu, seupama pesona rasa lapar
yang mencari setubuh pada pelacur. Jalanan diinapi
genangan, tapi gerimis yang sendiri melupakan jejakku.
Jasadku memutih tanpa ciumanmu! Mayatku acuh.
Kegelapan membatuk, sepanjang tidur, menjadi turbin
bagi rengat paru-paruku.
Meski udara tak pernah sampai pada tremor
lenganku. Sungguh daun-daun di halaman telah kuyup.
Tikus-tikus yang kufur terbantai, tinggal tengkorak
tanpa bau. Sebab begitulah, gigil yang dibaitkan
iklim begitu gentar, bergaung-gaung, memudarkan
sisa remah, juga bayanganku. Tak ada sajak. Bahkan riwayat
para pejalan telah raib dari jiwaku. Dengarlah siulanku,
seteguk reqium yang pucat, yang pernah dipekikkan Neraka
pada pilu. Langit cuma hitam di pelupuk mataku! Aromamu raib.
Penampakanku gaib melebihi hantu. Burung-burung marabu beku
di angkasa, menjadi ornamen bagi kematianku.



=INDRA TJAHYADI=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar