Kamis, 24 September 2015

BALLADA MUSYAFIR GILA karya : Dimas Arika Mihardja

ada musafir gila

berjalan sepanjang lorong kumuh

memimpikan denyut kehidupan:

puisi penuh keindahan

 

lihatlah, mantelnya kuyup oleh keringat semangat

padahal mentari di langit begitu menyengat

ia rebah di sofa merah

angin bangkit dan mengusik dengan kerisiknya

ia menyusun lembarlembar hatinya yang remuk

dan menatap tumpahan tinta hitam di lantai rumah

ia terbatuk dan terantuk

tapi gelegaknya berkata serak:

beri aku tuak sajak

 

hari ini kubuka paket berisi 142 penyair menuju bulan

jaketmu berlumuran darah kata

nafasmu tersengal, tapi kulihat tangan terkepal:

ajal, aku tak mau melayat langit


 

 

bengkel puisi swadaya mandiri, 2007-04-02

=DIMAS ARIKA MIHARDJA=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar