aku kehilangan angka
ketika menghitung cerca
yang kaualamatkan
ke dalam bajuku
kucari pasar
untuk menukar
tapi keburu tutup
dan lampu tiada
mungkin sabarku sirna
namun tak kembali
aku belum lagi
membangun rumah
maka melunta aku
sebagaimana ahasveros
yang kehilangan pintu
“kau badut tua
tinggal menunggu pembisik
tentang alamat baru,” katamu
sebelum kusinggahi taman,
sekian meter lagi,
duduk berhari-hari
mengharap bintang jatuh
atau daun di atasku luruh
kayu rapuh
tak akan lagi berguna
2003—2004
=ISBEDY STIAWAN Z. S.=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar