jejak atas pasir
diusir deras arus air
maut bergulir
matahari pun lingsir
dan kau berkata:
apa yang tersisa di rongga dada
selain kata, selain cahaya, atau kelam?
langit redup seperti warna hutan
dalam kabut
barangkali dulu
seseorang pernah datang
ke ranjangmu. Datang
dengan berkuntum
bunga teratai
dan mungkin setelah itu:
ia berkemah di balik dastermu
berselancar di ombak tubuhmu
dan kau tak kuasa menolaknya?
ya, memang: maut menggilir
dan hari bergulir. Lalu detik jam
dalam tubuhmu kian lemah suaranya
aku dengar. Adakah ia serupa tanda
bahwa matahari yang lingsir
tak lagi menggelar fajar
sebab ia meledak sudah
di langit yang lain, di luar kata
yang diburu para penyair.
aku tahu ada yang ingin
kau katakan, sebelum subuh
sehening batu: ditebing
kalbumu yang curam
2005
=SONI FARID MAULANA=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar