Pekikanku yang bisu menggetarkan udara.
Hujan yang menggali-gali kuburan sunyi melepaskan
hantu-hantu.
Di penat otakku, segenap bayang bayang mengabur, kehilangan ujud.
Daun-daun akasia yang terlepas dari tangkainya memaki-maki wajahku.
Ada payudaramu, kecantikan yang melemparkan Adam dari firdaus.
Aku berdoa, tapi kalimat-kalimatku murung, dibangunkan derita segala badai dan maut.
Bersama selembar mimpi yang rapuh, tidurku yang tak tuntas melengkapkan ngilu.
Raksasa-raksasa bangkit dari dendam masa lalu.
Kota adalah labirin, terpampang telanjang tanpa setubuh.
Segenap pengetahuan berkhianat pada kabut.
Kau pamerkan tengkukmu.
Arwahku mendesis, meraba gang-gang yang hanyadiinapi pemabuk.
Jiwaku kufur.
Kesadaranku menyingkir ke pucuk-pucuk gunung.
Segenap requim yang segaib kutuk merambati langit.
Sekali lagi, menghabisi usiaku.
=INDRA TJAHYADI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar