Sabtu, 19 September 2015

KAU KIRIM AIR MATA karya : Isbedy Stiawan Z. S.

kau tersenyum
setelah itu
kaukirim airmata
sampai ke akar-akar

jadi amunisi
yang meledak siang itu
selagi nyala matahari
basuh tubuh jalanan

dan kaca gedung pecah
tubuh-tubuh melepuh
bagai pohon tumbang
menjelma arang

lalu orang tua itu
kembali kecewa
menanti cerca

(ia selalu jadi boneka
di antara ledakan-ledakan)



09-10/09/04

=ISBEDY STIAWAN Z. S.=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar