Sabtu, 19 September 2015

DI SINI KUCIUM MELATI karya : Isbedy Stiawan Z. S.


di sini selalu kucium
aroma melati yang
terselip di telinga kirimu,
saban pagi atau senja

lalu kintamani melantun,
juga ubud yang berbukit
(dan orang-orang
menanam warna
di kanvas: seperti merah
dari api, juga hitam…)

tapi di kuta atau sanur
pernah kutancapkan
ciumanku di pasir
selagi kau menyisir
di samping debur ombak

hingga kunci kamar
jatuh dan tertimbun pasir
lalu aku melunta
di kotamu ini
sebagaimana ahasveros
tak kenal kembali…

aku tersasar di sangeh
bergumul dengan kawan lama
yang lari setelah mencuri
(kalau ia saudaraku, seperti
katamu, mengapa kami
tak bersapa dan sembahyang
bersama-sama?)

tiba-tiba aku ingat kau
yang membiarkan
aku sendiri menutup matahari…



denpasar 2001, lampung 19/10/2004

=ISBEDY STIAWAN Z. S.=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar