di dapur, ibu menyeduh kopi ulee kareng dan kopi murni
uap dan asapnya mengepulkan harap
dan nikmat; lalu di cangkir yang terhidang di meja itu
mengapung seraut wajah bocah hitam manis
dalam senyum yang ranum
inikah anakku? begitukah kehendakmu?
pada asap dan aroma kopi yang kureguk
terasa ada sesuatu yang menikmatkan
kuharap sendok demi sendok yang kuaduk
mencairkan segala doa dan harap
dalam cangkir kopi
di genang kenangan bersama prasetyo
segala rasa berenang ke tepian ranjang waktu
ada pusaran dan gelombang
lalu kembali erat berdekapan
Hotel Jeumpa Banda Aceh, 24 Desember 2010
=DIMAS ARIKA MIHARDJA=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar