- bersama phutut ea-
mengapa jalanku tiba-tiba buntu
ketika senja menjelma
bunqa alang-alang
yang tumbuh di tebing karang
di bawah, ricik air bagai mantra purba
yang dilantunkan para pendeta
atau mungkin baris-baris aksara
yang digurat sang kawi
mengapa jiwa serupa angin
mengalun dari buluh-buluh bambu
pada akhirnya kau pergi
aku pergi
mereka pergi
tapi hanya jalanku
vang tiba-tiba buntu
disumbat gumpalan masa lalu
yang tidak juga enyah
=WAYAN SUNARTA=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar