tiga jam ke arah utara,
kota tua, kabut mengendap
di bukit dan lembah raja
cahaya lembut bintang pagi
di atas pucuk cemara.
“itu bintangku!” katamu,
yang tiada bosan menarik tubuhku
ke dalam pelukanmu, sehabis bencana
dan kerusuhan melanda kalbuku
dan kau bertanya, kembali bertanya:
adakah esok hari, kebahagiaan hidup
tersaji senikmat hari ini?
jam digital berdenyut lagi
maut bergeser dari tempat duduknya
di ruang tunggu yang lengang,
yang gaib dari pandangan matamu
dan mataku, seperti pisau sepi
yang selalu menikam kalbu kau dan aku
yang tak pernah terlihat wujudnya
serupa apa. “Itu bintangku,
dan aku milikmu. Reguklah sedap
madu dari puting kalbuku,” bisikmu.
Langitmu dan langitku bersatu lagi
di kota tua, tiga jam ke arah utara.
“aku milikmu, paku aku cintaku
di kayu nasibmu, jangan ragu.”
2006
=SONI FARID MAULANA=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar