mengiris barisan hujan
malam hari, jalan pekat:
lolong anjing dari semak
melepas pungguk ke langit
seusai mencopiti sayap-sayap
di bawah pohon senyap
kuhitung patahan sayapmu,
semak basah, dan lolong anjing
yang gerayangi tubuhku. basah
oleh hujan, berdarah karena
tombakan…
mengiris barisan hujan
selalu kudengar lolong anjing
menubuhkan gemetarku
malam ini. salamku
pada malam
yang selalu mencekam
Okt-Nov 2004
=ISBEDY STIAWAN Z. S.=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar