(Lama sudah) aku pergi dengan orang-orang, yang berkendara
dan hidup dalam besaran. Kami menunggangi meter, gram, mil, batas
laut, lepas pantai, kawasan terukur penuh bilangan. Dan bila kami
terlewat atau menyeberang, kami disambut berondong
tembakan. Seolah kami berada di daerah terlarang,
atau pada suatu tempat di medan perang.
Lama, lama sudah aku pergi dengan mereka. Dan setiap usai
mengukur atau membilang, kami berkata, "Ulang lagi! Ulang!"
(Lama sudah) aku hidup dengan orang-orang, yang setiap usai
membilang selalu mengulang. Mungkin kami bakal jadi orang
yang amat teliti. Tapi tak pernah, karena sebenarnya kami
senantiasa waswas selalu takut-takut. Kami takut pada
tembakan, pada letusan; kami takut pada ancaman.
Lama, lama sudah kami mengulang. Dan setiap kali usai
mengulang, tetap saja kami berkata, "Ulang!" Tak henti
tak sudah. Bertahun-tahun, berzaman-zaman. Sampai
lenyap rasa takut hingga hilang cemas ancaman. Sampai tak
terpikir apa pun kecuali mengulang. Hingga mengulang
jadi biasa; jadi niscaya. Dan pagi bila bangun,
selalu, akan kami temukan hari yang sama.
Kata kami, "Seperti kemarin, bukankah hari ini juga Selasa?"
1998
=GUS T. F.=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar