Kekasih,,,
demikianlah sekuntum kata manis yang mampu kuucapkan sebagai kerinduan hatiku.
Semoga anggunnya gugusan kejora yang mengawasi kegelisahanku
merupakan pantulan cahaya dari keadaan dirimu.
Malam-malamku disini bagaikan berada di kota cermin yang penuh sinar dan bayangan saling beradu.
Langkahku masih terlalu jauh untuk mencapai menara matahari,hawa panas mencubit tulangku
dan peluhnya seperti coretan luka yang di timbulkan oleh patahan pena.
Teramat kotor jiwaku jika harus kembali ke halaman pendapa senja itu,
sementara cintamu yang tinggi tak terukur apabila kubalas dengan keterbatasanku.
Kekasih,
cintaku padamu begitu luas.
Itulah sebaris mutiara yang senantiasa melingkari ingatanku dalam rantai waktu.
Memikirkanmu adalah sentuhan terhalus yang menghela nafas kerinduanku
dan memuja keindahanmu kujadikan kecupan hangat penyulut mimpi tidurku.
Kekasih,jagalah Auratmu!
Maka demikianlah cintamu terbentengi dari hantu-hantu yang hendak menjarahnya
dan aku akan menjaga mataku yang sekali agar tidak berimbas bujukan iblis yang menjelma setelahnya.
Esok atau entah kapan, aku akan kembali menemuimu dalam penghujung subuh,
kugemakan kerinduanku melalui ikhlas luruhnya embun dalam keterjagaan sujud sang padi
dan kuberikan sepenuh hati cintaku sebagai mahar menikahimu.
=RAMADHAN AL FATIH=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar