Bilah pedang tertancap di tanah
atau
mungkin patah-patah,
itu belumlah cukup.
Bukan sampai disini
air mata membelah ulu hati
atau
jerit merobek empedu.
Tidak!
Bila karena ngilu dan nyeri,
tapi harga diri kemanusiaan
dan nurani.
Bukan!
Sekedar emosi,
tapi amarah
relakan darah.
Ini kesejatian murni nan suci,
cita-cita mulia sang Kartini.
Demi cinta pada pertiwi,
mati untuk hidup bertaburkan bunga puji.
=RAMADHAN AL FATIH=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar