Jumat, 04 September 2015

SATU MALAM, NEGERI SERIBU NOSTALGIA karya : Ramadhan Al Fatih

Kukembarakan pikiranku semalam menuju pulau tanah seberang. Membajak keheningan dan menerebos pusaran khayal peri cahaya,menyelinap melalui kisi-kisi altar keterjagaanya.

Kemudian merasuk kedalam relung mimpi gairahnya. Dia lirih menyambutku,lalu jadilah aku Aladin yang membawanya terbang mengitari kehangatan jagad raya,menyanyi dan berdansa dalam panggung roman asmara.

Aku lembut menyapanya,dan jadilah dia kecerian Cinderella dalam alunan gita cinta. Dia bertanya tentang sederet warna,kujawab dengan limpahan pelangi. Dia berbicara akan kesendirian dan kuberitakan kisah romantika Rama-Shinta.

Mungkin tanpa terasa telah kuhisap manis anggurnya dan kuhirup keharuman lili dari tubuhnya. Namun tak kurasakan mabuk Sampek membunuhku,tak juga kegilaan Engthai merenggut hatinya.

Hingga memudarlah malam semakin renta. Satu,dua kejora pulanglah sudah terpanggil gema zubuh dan pengembaraanku pun usai pula dalam sila syair nostalgia.




=RAMADHAN AL FATIH=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar