Bagai malam memadu kejora dalam serambi kesunyian,seperti itulah cinta mengaitkan rantai kuatnya kepada kita.
Kau adalah kekasih yang melucuti gaun kesepianku,membawaku pada hangat peraduan berkelambu putih salju.
Aku adalah pujaan hatimu,membebebaskanmu dari rimbun kepenatan lalu mengajakmu berenang mengarungi awan biru.
Inilah halaman surga,demikian kata hati kita mengumandangkan pujianya. Nyala kegelisahan mengajarimu merangkum angin malam dan membimbingku merepih api dalam amuk emosi.
Namun terbitlah fajar,menyapu semilir angin yang membeku dalam embun norma tradisi,padam perapian di terpa hukum manusia menyisakan tarian asap kenangan mendalam.
Kini Bunga bakung memudar coklat meninggalkan gundah gulana taman-taman,mengikis naluri pemimpi dan cinta kita tinggalah noktah yang meresap kering dalam dinding ingatan,membentuk balada nelangsa berkepanjangan.
=RAMADHAN AL FATIH=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar