Lalu angin membisikkan namamu
Melukiskannya bagai nisan sepanjang awan
Laksana barisan panjang kegelapan
Cerita tentangmu tak lebih pualam dari mendung senja
Begitu remang membasuh kemilau yang semestinya berpendar
Barangkali cahaya semu telah menyilaukan hatimu
Menyantap keelokan yang ditaburkan angin
Membasuh jelita kesahajaan hingga menguap ke langit
Lenyap bayangan cermin yang menjelmakan keindahan
Hanya menyisakan raut asing di haribaan semu
Lihatlah, lukisan gadis ayu yang terpeta dilinangan awan
Kini tak lagi memantulkan wajah kesucian
Kerna gumpalan mega pekat telah meningkap kebalik gelap
Lalu angin kembali membisikkan namamu
Dan kubiarkan menghilang kebalik bebatuan bukit
=MERPATI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar