Sebaris namamu
masih melekat di bahu jembatan menuju desaku,
menyapa setiap ku pulang,
mengajaku tersenyum
dan bermain dengan bayang-bayang.
Wajah rupawanmu
masih nampak terpahat didinding cakrawala,
tak lepas suaramu mengalun dalam sabung halilintar.
Seperti perjalanan yang lampau
mempertalikan kita dalam untaian nilai makna
dan
seperti sekarang aku menuai manik-manik hikmah rangkaian rindu
yang menggebu tanpamu dalam ratapan senja.
=RAMADHAN AL FATIH=
keren om puisinya:)
BalasHapusmakasih adam...
BalasHapus