Kau berlari melewati temaram panjang
Meninggalkan sebaris kisah dipelataran tanya
Hingga selaksa rindu terkatung bisu
Terdampar sendirian di pusaran ruang tak berwaktu
Kau guratkan sajak sajak dingin pada langit hitam
Mengapur disela kerutan awan menangis
Nada duka berbisik dari derit pintu hening
Melayah melewati helai demi helai geliat aksara
Cinta telah melipat waktu disekujur ruang
Memasung figura retak dari kisi cerminan jiwa
Hasrat terkulai diantara serpihan puing puing cerita
Membeku berkalang tonggak bayang abadi kekasih
Kau masih terus berlari merambahi kegelapan panjang
Meninggalkan barisan sajak pasi yang merintih ke ulu hati
Namun engkau masih enggan menghapus jejak tak sempurna
Yang tak pernah henti merobek perih mata kakimu
=MERPATI=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar