Rabu, 11 November 2015

KELABU karya : Merpati

Kau rangkai duka

Dengan sebaris nyanyian hujan

Mengelopak pada hening daun

Menghimpit tangis ilalang resah

Kau balur luka kata ke balik gerimis

Menggubah pelangi menjadi percikan airmata

 

Kau arsir aksara pada daun gugur

Namun hujan rindu tak henti berjatuhan

Meluruhkan tangkai mimpi yang tersisa

Menghempaskan helai demi helai kata

Yang tak pernah sempat menjadi puisi  

 

Kau coba pungut kembali serpihan mimpi

Dalam geraman perih nada rindu

Hingga membias erangan lirih luka hati

Yang menganga dicabik sesal berguruh

Namun garis suratan tak berkelok arah

Meski beribu kali kau ratakan isak dalam tawa

 

 

 

=MERPATI=

Selasa, 10 November 2015

AKU TETAP MELUKIS KEINDAHANMU karya : Merpati

Aku terlelap disudut lain hidupmu
Mendengarkan nyanyian jiwamu lewat desah angin
Merabai detak kasih yang melekat diujung nadi
Meski tak lagi anganku berlari mencumbui hasrat
Namun tak hendak kutinggalkan keindahan hatimu
Kueja semua kenangan yang tersisa
Hingga menyatu rindu dihati padu

Telah kuretas debu luka dari tarianmu
Kutikam perih dengan belati keindahan
Hingga tiada legam memateri kawanan hari nan sempurna
Tak henti kuguratkan aksara syahdu pada dinding awan
Pada kisi kisi langit yang temaram
Lalu kusulam dawai merdu disetiap hembus nafasmu
Hingga bergetar ilalang, memanjakan tanah basah

Aku terus berjalan meniti ujung bayanganmu
Melingkarkan benang emas disekujur jalinan kenang
Meski aku telah kehilangan jejak menuju pintu
Yang selalu kita janjikan, sebelum kelam meretas kisah




=MERPATI=

RINDU TAK BERWAJAH karya : Merpati

Embun pagi memekik rintik
Berlari menggugah detak ilusi sembunyi
Aku tertahan dipintu rindu
Menggenggam cahaya kelam sisa bayangan
Sedang bias mentari kian menjauhi jejak hati
Meninggalkan jerit sepi menganga disekujur rasa

Unruk sebuah nama
Angin menggelitik, membisikkan rindu
Memetik sisa mimpi dipenghujung malam
Meniupkan jejak bayang ke baluran awan
Sepi kian menghisap seluruh jerit pagi
Memantik hampa betandang meraba diri
Aku terpasung kelu seperti mati

Ah wajah pagi serupa hari kemarin
Begitu samar menyalin rupa sepi
Mengarsir goresan rindu tak berwajah
Dibalik bayanganmu yang kian meletik tinggi




=MERPATI=

Sabtu, 07 November 2015

JEJAK SEBUAH SENJA karya : Merpati

  

Kugurat jejak sebuah senja pada kalendar

Dimana darah cinta tumpah menjadi sungai kepedihan

Dan ruang waktu mulai menjadi samudera ganas 

Yang kerap menghempas bahtera jiwa kebalik gelombang

Membuat aku tenggelam, menelan perihnya buih luka

 

Senja legam yang tak mampu kuhapus dari benak

Merekahkan kedukaan disepanjang perjalanan langkah

Dimana ombak kehidupan tak henti mengukirkan peta hitam

Yang membekas legam disekujur urat nadiku

Dan aku hanya mampu tengadah bisu

Menadah setiap sayatan kenang dalam kebekuan rasa

 

 

 

=MERPATI=

 

SEHARUSNYA karya : Merpati


  

Kau pergi berpayung hujan

Usai senja menghantar awal petaka

Disepanjang titian jalan tak berhati

Kau tertatih merangkaki tebing hampa

Melepas mimpi digenggaman takdir

Mengeja seribu makna lukisan legam jiwa

Kau peluk sepi dirangkaian ruang waktu

Diantara gemuruh rindu dan hasrat tersisa

 

Semestinya tak kubiarkan engkau berlalu

Menggenggam luka mimpi disepanjang lorong gelap

Mengais buih cakrawala direngkuhan awan gerimis

Seharusnya kudekap perihmu melintasi jalanan

Meraba remang kegelapan dalam kebersamaan rasa

Mengoyak wajah suratan diatas nama cinta

Namun waktu telah berlari, meninggalkan jejak hitam

Dan menyisakan sebaris sesal yang tak luruh sepanjang raga

 

 

 

=MERPATI=

SANGALAS SANGALIMA karya : Gojek Joko Santoso


Anemahi jaman edan
wong edan padha dum-duman
kang eling diwaspadani
Wus genah kersaning Allah
sak edan-edane wong kaliren
luwih edan wong kuwaregen



1995
=GOJEK JOKO SANTOSO=

Jumat, 06 November 2015

AKU TAK PERNAH BERHENTI karya : Merpati



Aku berdiri dibawah kelabu awan

Menanti gerimis jatuh membasuh rasa                         

Menadah rentetan rindu dari bejana silam

Hingga meruah butiran perih membasahi nadi

Namun aku tetap melagu bersama nyanyian badai

Disepanjang samudera kenangan yang mengubur harapan

 

Tak beranjak jejakku dari bumi terasing

Memangku kegelisahan daun gugur

Menghikmahi impian yang terapung diatas ombak

Kusuarakan kemerduan gagak hitam yang menggaungkan elegi

Hingga menggigil pucuk cemara dihembus angin kepedihan

Dan aku terus bernyanyi hingga suara kematian musim tertingkap luruh

 

Aku masih berdiri diujung jalanan kosong

Menanti wajah takdir menjemput nadi

Namun aku tak pernah berhenti menebarkan aroma dirimu

Meski kerap kali angin menampar perih wajahku

Dan membuat ragaku terjajar oleh kelam hembusnya

 

 

 

=MERPATI=

 

SELALU DIRIMU karya : Merpati


 

 

Aku akan bernyanyi disetiap hembusan angin

Di rerumputan lembah, di sisi kolam kenangan

Dibawah tatapan sepasang belibis yang sedang bercengkerama

 

Selalu kunyanyikan lagu tentang dirimu

Sebuah kidung yang digubah dari denyutan nadi cinta

Yang terhembus dari rahim jiwa merindu

 

Disekujur senja yang mewah tapi hampa

Kulukis semua kenangan tergurat dalam kata

Sebaris puisi yang tercipta dari jemari indah cinta

 

 

 

=MERPATI=

 

KEMBALI SUNYI karya : Isbedy Stiawan Z. S.

bangunlah sebelum

malam muncul

di ambang wajahmu

bersama pekatnya

yang luruh

kau tahu

itulah waktu

bagi kita bersua

--tak lupa bersapa—

sambil mengurai

peluh karena

sepanjang siang

hanyalah melanglang

bahkan sebagaimana

ahasveros yang cuma

terlunta tanpa

mengenal pintu rumah

kau tahu?

saatnya kita kembali

berpisah. menyusuri

kisah adam dan hawa

pertama kali

diturunkan di bumi

lalu keduanya

melata di padang-padang

terbentang dan menganga

: asingmu,

sunyiku

bangunlah sebelum

kelam benar-benar

luruh di sudut wajahmu

dan aku akan meraba

untuk memelukmu

: kau jadi asing,

aku kembali sunyi…




April 2006

=ISBEDY STIAWAN Z. S.=

PAGI INI JADI LAIN karya : Isbedy Stiawan Z. S.

pagi ini jadi lain

pohon di halaman rumah

telah berubah warna

seperti rambutku,

tak kudapati uban

yang dulu meranggas

dan gegas mencapai

awan. daun dan bunga

tumbuh jadi coklat

seperti rambut boneka

di tangan anak-anak

menari-nari setiap kali

tiba angin sambil

mengelus lembut

pagi ini jadi lain

di kepalaku seperti

tumbuh ladang cokelat

hingga pohon di halaman

semakin terpikat

pada warna

Pada warna?




April 2006

=ISBEDY STIAWAN Z. S.=