Minggu, 10 Mei 2015

LELAH DIBALURAN DUKA karya : Merpati

Lelah rasa dimalam gelisah 
Terbaring diam menadah tetes embun jatuh 
Jiwa mengurai kata pada lembar langit kelam 
Mengumbar dengusan lara diselaput hening 
Sedang benak kian meronta, mengarak sebaris tanya 
Hingga kebatas ruang mana, kugenggam legam dijemari

Lembar jiwa telah basah, terkoyak duka 
Menanti ujung bayangan hingga ke tepi jagat raya 
Membuat malam berkabut sedan 
Memandang jiwa terlelah diujung kisah 
Duka seakan tak henti mendekap nadi 
Membalurkan goresan hitam, sisa serpihan luka




=MERPATI=

PELUK AKU, REMBULANKU karya : Merpati

Aku ingin memelukmu purnama 
Menumpahkan seluruh hasrat yang membeku 
Dalam kegairahan malam yang kian menghangat 
Aku ingin mencumbumu, rembulanku
Meski hanya sekejap dalam rabaan binarmu 
Namun akan kusimpan kelembutanmu disepanjang langkah

Peluk aku rembulanku 
Peluklah dengan gelora bara apimu 
Agar menyala hasratku dibakar gelegak membara 
Dan tiada menggigil lagi tungkai jiwaku
Jangan kau simpan kehangatanmu diujung kebekuan 
Bakar aku, purnamaku 
Bakarlah dengan pelita liar asmaramu 
Hingga angin mendidih, tersepuh kegerahan

Kemarilah purnamaku 
Dekatlah pada kehangatan gairahku 
Sebelum ujung malam membekukan semuanya dalam gelap




=MERPATI=

KENANGANMU karya : Merpati

Berjubah rindu, kenangan hadir 
Menyelusup lewat sepi, mengarak seraut bayang 
Menyulut pijaran sesal dibaluran nadi 
Merentak genderang hampa disekujur malam 
Hingga kujamah kembali nafas kasih yang tersisa 
Saat hempasan waktu melibas dalam purwa rindu

Betapa aku tak pernah mampu menikam bayangmu 
Meski telah aku nyalakan api semu, diriuhnya cabang angin 
Menghampar rindu kebalik gema bukit fatamorgana 
Namun kenanganmu enggan beranjak dari bilik jiwa 
Memasung aku dalam seribu bayang cerita
Yang tak pernah surut tentang keindahan dirimu




=MERPATI=

MENGEJA BAYANGAN karya : Merpati

Jingga senja menebar pekat 
Menggenggam cekam dikisi raut hati 
Kembara bertandang tanpa lagu syahdu merayu 
Bahkan menghembus aroma maut kelu dan sendu 
Hingga rerumputan ikut tertunduk, terpasung bisu 
Aku tercenung dibawah gumpalan duka 
Memandang hamparan langit yang membawa bayanganmu

Empatpuluh purnama telah berlari 
Tiada jejak mengetuk pintu ruang hampa 
Kulewati bentangan waktu yang panjang
Hanya berkarib keheningan yang kian memagar 
Kugenggam bilah tajam kerinduan tanpa sua 
Hanya mengeja bayangan yang terselip dibalik angin 
Tanpa kutahu dimana dirimu kini berada ?




=MERPATI=

SEUSAI GERIMIS karya : Merpati

Seusai gerimis, hasrat menggaris langit 
Mengarsir selempang langkah di padang baru 
Melukis wajah pelangi dititian senja 
Barangkali akan kuciptakan nyanyian suci dalam bathin alam 
Hingga angin menyatu dalam gerai laku jiwa 
Dan disepanjang sisa perjalanan akan kulantunkan kidung bahasa Tuhan

Sehabis gerimis membasuh raga 
Kutinggalkan semua potret kebanggaan diri 
Mengais jejak yang pernah tertinggal 
Saat wajah keakuan masih membelit rasa 
Dan aku akan terus menari bersama alam 
Melantunkan gambuh puja bagi sang Khalik




=MERPATI=

AKU DAN DIRIMU karya : Merpati

Aku dan dirimu 
Bagai sepasang kaki insan 
Mana mungkin aku mampu berlari tanpa dirimu 
Sedang merangkakpun aku mesti tertatih 
Apalagi jika mesti kudaki tebing curam 
Tanpamu, aku hanyalah raga yang tak sempurna 
Kokoh dalam rupa, namun rapuh direlungan

Aku dan dirimu 
Laksana gerimis dan bianglala
Dimana senyummu selalu terurai indah
Ketika aku terendam buih pekat mendung
Selalu melembutkan kebekuan jejak kebalik binaran 
Tanpamu aku bagaikan sosok dingin sang malam
Yang tak pernah berseri, meski selaksa dendang berkumandang

Aku dan dirimu, seperti diri kita 
Selalu terikat hati meski jarak membentang 
Walau cerminan alam tiada memantulkan kebersamaan




=MERPATI=

SIMPANG JALAN KELUKAAN karya : Merpati

Ragu meretas asa 
Membelah hasrat dikepundan sunyi 
Duka bertandang liar
Mengusap legam cahaya langit 
Meninggalkan tangisan perdu dijemari takdir

Bayang tak henti menikam 
Menghela kalbu jatuh ketubir senyap 
Bersama rindu yang mengintip dari wajah kenang
Duka memanggang rasa ke sayap hampa 
Memanggil kebekuan menimbun segala cinta

Simpang jalan yang kerap membawa luka 
Tak henti memayungi jejak hingga kehaluan 
Membuat aku kembali rebah dipematang kehidupan




=MERPATI=

SEHAMPA SYAIR karya : Merpati

Penyair itu menggoreskan syairnya 
Pada dinding malam yang mendekap sunyi 
Tentang sebilah hasrat yang terkatung beku 
Dimana rengkuhan rasa kian meronta liar, mengerang
Merintih tak pasti diantara senja dan malam

Dihembuskannya bait bait elegi terhimpit 
Pada petaka sajak ditubuhnya yang sunyi 
Dimana seribu rentang perjalanan tergurat hitam 
Dan lorong waktu yang terlewati begitu gulita 
Selaksa cerca kenang tah henti memasung nadi 
Mengikat remang pada setiap kata kata yang teruntai

Penyair itu tak henti mengguratkan puisinya 
Pada setiap butiran sunyi yang merangkulnya 
Lalu dia membacanya tanpa swara
Pada panggung kata yang kosongm sehampa makna syairnya




=MERPATI=

CINTA DARI TANAH GERSANG karya : Merpati

Lalu dititian rasamu yang menggelora 
Kueja bait bait puisi sarat madah keindahan 
Yang melagukan seribu dendang kidung asmara
Dan dimimpimu kutorehkan rangkaian japa 
Agar selalu menjadi oase bagi kerontang hati

Meski engkau hadir dari tanah gersang 
Namun kasihmu sesejuk embun mengaliri daun 
Membuat anganku terlena kebalik syahdu 
Hadirmu laksana kerlip pelita dalam gelap 
Meningkap wajah nestapa dalam debar

Lalu kepada angin yang menyapa nakal 
Kutitipkan bincang makna syair yang sempurna 
Sebaris lirik jiwa yang mengalun lembut 
Dan mengiang hingga ke lapisan awan
“Aku jatuh cinta, padamu !”




=MERPATI=

ASA DIATAS SEBARIS KISAH karya : Merpati

Semesra bisikan sajak dalam lenguhnya 
Abjad abjad terurai mewarnai makna bincang 
Meramu keping keping hasrat, merabai tepian damba 
Mencipta getaran di dada hingga menerawang jauh 
Membakar lena imaji dan asa tentang sebaris cinta

Kurengkuh makna embun kasih yang berpendar lirih
Seberkas nyala api yang berkedip dari tungku jiwamu
Lalu kuraup gema nyanyian cinta dibawah bayangmu 
Hingga bergejolak getaran rindu didada 
Membuih satu demi satu, mengeja namamu

Dibawah bakaran lilin imajinasi dan harapan 
Kurangkai setumpuk kepingan doa dibaluran malam
Semoga langit berkenan, memberi senyuman indah 
Bagi sebaris kisah yang akan terjalin mesra




=MERPATI=